Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Neraka di Jawa: Kisah Perempuan Inggris yang Ditahan Jepang

Ini adalah kisah Daphne Jackson saat menjadi tahanan di kamp tawanan Jepang di Pulau Jawa. Cerita tersebut ia sampaikan melalui bukunya yang...

Ini adalah kisah Daphne Jackson saat menjadi tahanan di kamp tawanan Jepang di Pulau Jawa. Cerita tersebut ia sampaikan melalui bukunya yang berjudul Java Nightmare.

Luncurkan Buku tayang pertama di Majalah Artikelpediaedisi Agustus 1990 dengan judul "Neraka di Jawa"

---

Artikel Pedia hadir di channel WhatsApp, ikuti dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

ArtikelpediaOnline.com -ArtikelpediaPernah beberapa kali menceritakan kisah orang-orang yang pernah ditahan oleh Jepang, biasanya dari Belanda. Namun kali ini adalah kisah seorang wanita Inggris yang menderita sebagai tawanan tentara Jepang di Jawa.

"Beberapa bulan mendatang seorang lelaki tinggi akan menawarkan pekerjaan kepada Anda di Tmur," demikian kata peramal terkenal dari Putney. Ia juga menyampaikan bahwa saya akan bertemu pasangan hidup di lapangan tenis, memiliki tiga anak, dan selama masa itu kehidupan saya akan bahagia.

Kemudian tiba-tiba peramal itu berhenti berbicara. "Saya tidak dapat melihat apa pun lagi, karena tertutup oleh awan gelap yang tebal," tambahnya.

Saat itu saya berusia dua puluh tahun. Saya merasa bosan dengan pekerjaan sebagai sekretaris di London, karena gajinya sangat rendah.

Benar juga prediksi si tukang ramal itu. Tiga bulan kemudian saya memperoleh pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah perusahaan perkebunan di Jawa. Direktur perusahaan tersebut berasal dari Timur Jauh dan merupakan seorang Inggris yang sangat tinggi badannya.

Saya tiba di Jawa pada tahun 1928. Dua tahun setelahnya, saya berhenti bekerja setelah menikah dengan Charles Jackson, seorang administrator perkebunan karet. Pesta pernikahan kami diadakan di rumah direktur, yang dikenal sebagai Rumah Besar Subang, di Jawa Barat. Seperti yang dikatakan peramal di Putney, saya melahirkan tiga anak dan hidup bahagia. Semua anak saya adalah perempuan, namun salah satunya, Sarah, meninggal akibat demam mendadak saat masih bayi.

Menitipkan anak

Setiap tiga tahun, kami diberi kesempatan untuk berlibur ke Inggris. Saat liburan pada tahun 1937, kami meninggalkan Daphne di negara asalnya agar ia dapat melanjutkan pendidikannya.

Sementara itu di Jawa, suami saya naik jabatan menjadi direktur. Kami pindah ke Rumah Besar yang indah di Subang (sekitar 60 km dari Bandung). Perusahaan memiliki sekitar dua puluh perkebunan, sebagian besar berupa perkebunan teh dan karet. Pada masa itu, Jepang mulai menyerang negara-negara tetangga di Asia. Charles sebenarnya termasuk dalam resimen cadangan India, namun sebagai direktur dia wajib tetap berada di tempat tugasnya di Jawa.

Pada tanggal 15 Februari 1942, Charles memberi tahu saya bahwa Singapura telah jatuh ke tangan Jepang. Ia meminta saya untuk menyiapkan tempat perlindungan serta makanan bagi sekitar 75 anggota RAF (Angkatan Udara Inggris) dari Skuadron 84 yang berpindah dari Singapura ke lapangan udara Belanda di Kalijati, sekitar 15 km dari Subang.

Anak perempuan bawah kami, Jane, kami kirimkan ke wilayah yang menurut kami lebih aman, bersama gurunya, Miss Andrews. Usia Jane sembilan tahun dan dia menguasai bahasa Indonesia.

Pada tanggal 27 Februari, konsulat Inggris di Batavia memberitahu Charles bahwa situasi sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, Charles memutuskan untuk mengungsikan seluruh perempuan Inggris dan anak-anak mereka ke Australia. Saya berkomitmen untuk tetap bersamanya, apa pun yang akan terjadi. Maka kami menitipkan Jane kepada teman dekat kami, pasangan Miller, yang akan berangkat ke Australia melalui Cilacap.

Pada hari terakhir bulan Februari, pukul 22.00, suami saya dan Tuan Houwing, warga Belanda yang menjabat sebagai pengelola perkebunan karet Subang dan menjadi komandan pertahanan sipil, menerima telepon yang menyatakan bahwa rombongan kendaraan Jepang sudah mendekati pelabuhan perusahaan kami di Pamanukan.

Charles kemudian pergi ke brigade pertahanannya. Saya dan Miss Andrews (yang tidak ingin ikut ke Australia) dianjurkan untuk melarikan diri masing-masing hanya membawa satu buah tas.

Pukul 04.00, kesepian menyergap di depan rumah perkumpulan. Kendaraan-kendaraan pengungsi melintas, satu per satu, tetapi tidak ada yang bersedia membawa kami. Kemudian seorang istri dokter menawarkan untuk memasukkan dua orang ke dalam mobilnya yang penuh sesak. Saya membiarkan Miss Andrews dan seorang wanita yang agak rewel naik. Setelah itu, saya sendirian berdiri di depan Rumah Besar yang kosong. Saya belum pernah merasa begitu takut sebelumnya.

Makan roti anjing

Kelompok-kelompok pengungsi yang tidak memiliki kendaraan mulai tiba. Pada saat itu, air mata kami mengalir saat menunggu kendaraan tersebut.

Pertama-tama kami dipindahkan ke Bukanagara. Namun belum sempat beristirahat, kami menerima perintah untuk pindah ke Bandung. Dengan kapasitas yang terbatas, sekitar 65 wanita dan anak-anak dimasukkan ke dalam kendaraan. Di Bandung, bersama lima wanita lainnya, kami saling berdesak di sebuah kamar di Hotel Homann. Bandung penuh dengan tentara Inggris, Belanda, serta pengungsi dari Malaya, Sumatera, dan pulau-pulau lainnya. Sirine tanda bahaya sering berbunyi keras. Kami tidak tahu apakah suami kami masih hidup atau sudah meninggal.

Alangkah baiknya Charles muncul dalam keadaan selamat di Bandung. Ia menemani Letnan Gubernur Jenderal Belanda Dr. van Mook yang menyarankan agar sebanyak mungkin kami meninggalkan Jawa.

Charles, beberapa karyawan perusahaan kami yang merupakan orang Inggris dan saya tinggal di kantor milik perkebunan kami di Bandung. Meskipun tidak ada pertempuran terjadi di Bandung, hati kami tetap cemas, karena beberapa karyawan tewas ditembak oleh Jepang di luar kota dan yang lainnya meninggal akibat serangan perampok.

Pada akhir pekan tersebut, Belanda kalah dari Jepang.

Pada hari Senin, 9 Maret, seluruh tamu di Hotel Homann dikeluarkan, karena bangunan tersebut akan digunakan oleh Jepang. Karena tidak nyaman tinggal di kantor agen, kami tujuh atau delapan orang pindah ke bungalow milik seorang dokter Belanda di luar kota. Hanya sehari setelahnya, kami kembali dikeluarkan oleh Jepang, sehingga kembali lagi ke kantor agen.

Agen kami antara lain mengimpor kue kering untuk anjing. Kue kering itulah yang terpaksa kami konsumsi sebagai sarapan. Pada masa itu, ada dua orang yang baik hati kepada kami. Salah satunya adalah seorang Belanda, karyawan baru bernama Spit. Sebelum ia dikarantina sendiri, dia melanggar jam malam untuk membawakan kami makanan. Orang kedua yang membantu kami dengan risiko kehilangan nyawa adalah seorang Tionghoa pemilik restoran di dekat tempat tinggal kami. Ia yang kemudian memberikan makanan setiap malam.

Semua pria diciduk

Semakin lama isi kantor itu semakin penuh. Pengungsi Inggris datang dari Batavia, Semarang, dan Subang. Selanjutnya kami tujuh orang diberi pinjaman sebuah bungalow di Ciumbuleuit oleh seorang wanita Belgia. Hanya sebentar kami merasa tenang tinggal di sana, namun wanita tersebut mulai takut meminjamkan bungalow kepada orang Inggris. Akhirnya kami kembali lagi ke kantor yang sempit di Bandung. Untungnya kami mendapat pinjaman bungalow lain dari seorang kenalan Belanda.

Akhir bulan Maret, seluruh warga sipil dan militer Inggris diminta untuk mendaftarkan diri. Tidak lama kemudian, suami saya ditangkap bersama para pria lainnya. Ketika saya melihat mereka dibawa pergi ke suatu tempat di malam yang gelap dan hujan, hati saya merasa takut.

Suami saya pergi tanpa membawa pakaian. Maka dua minggu setelah dia ditahan di Penjara Suka Miskin, saya berani membawakan dia dan teman-temannya pakaian. Markas Kempetai di Heetjansweg terkenal menakutkan karena banyak orang disiksa di sana. Saya melihat wanita-wanita lain dan anak-anak antre sambil membawa bungkusan. Kami harus membungkuk kepada petugas Jepang yang keras yang memeriksa barang bawaan kami. Jika isinya tidak sesuai dengan keinginannya, barang-barang itu akan dibuang keluar jendela.

Setelah kemasan saya diperiksa empat kali, isinya ditolak. Untungnya datang seseorang Jepang lain yang menyatakan bahwa isi tas akan disampaikan, tetapi saya dilarang datang lagi.

Bungalow tempat tinggal saya kembali dikunjungi oleh Kempetai dan diintai. Mereka menemukan seragam militer serta sepatu bot pria. Saya tidak menyadari bahwa saat itu suami saya diikat di tiang dan dipukuli di penjara hingga kakinya menjadi pincang selama bertahun-tahun, karena dituduh sebagai mata-mata.

Barang-barang masuk ke kota topi

September, enam bulan setelah Charles ditangkap, muncul berita bahwa wanita Inggris juga akan diasingkan. Di Batavia, para wanita Inggris sudah masuk Kamp Struiswijk sejak April 1942, tetapi kemudian dilepaskan kembali pada Juni. Pada saat itu saya tidak memiliki uang lagi. Masuk ke kamp mungkin menjadi salah satu cara untuk mendapatkan tempat tinggal.

Bulan Oktober, saya mulai bersiap. Saya kumpulkan seluruh barang-barang saya. Karena hampir tidak memiliki apa-apa, semua bisa dimasukkan ke dalam satu kotak topi.

Sebelum saya masuk ke kamp, sopir kami yang mengantarkan Jane ke Cilacap sempat menyampaikan bahwa Jane telah berangkat menggunakan kapal. Nama kapal tersebut ia tidak tahu.

Keesokan harinya, wedana datang. Ia menerima perintah dari Jepang untuk mengawasi saya, agar saya tidak melarikan diri, karena saya akan dikirim ke kamp tahanan. Saya segera membuat kasur gulung yang tipis dan kecil serta beberapa lembar sprei hitam. Kasur dan seprai tersebut dapat digulung dan dibawa dengan mudah.

Bersama perempuan-perempuan Inggris lainnya, saya dibawa dengan truk menuju sebuah gedung sekolah yang tua dan rusak di Jl. Lengkong Kecil. Halaman bangunan tersebut dikelilingi pagar bambu yang tinggi. Kami diarahkan dengan ancaman bayonet ke kantor. Pejabat Jepang serta polisi setempat memeriksa paspor dan dokumen-dokumen kami. Sejak saat itu, saya tidak lagi melihat dunia luar.

Bangunan sekolah tempat kami diinternir terdiri dari enam ruangan yang saling berhadapan. Ruang No V berhadapan dengan kantor. Ruangan-ruangan tersebut memiliki lantai keramik dan dinding dari kayu. Setiap ruangan kelas diisi oleh 15-17 orang, sehingga masing-masing hanya memiliki luas sekitar 2 x 3 meter. Di luar ruangan terdapat teras beton yang jaraknya sekitar 7 meter dari pagar. Di setiap sudut pagar terdapat penjaga dan lampu penerangan.

Lalat dapat ditemukan di berbagai tempat: baik di dapur maupun di kamar mandi. Kamar mandi yang terletak dekat kantor terdiri dari beberapa bilik dari papan. Setiap bilik dilengkapi dengan bak semen, gayung, dan lubang untuk sistem sanitasi. Lantai bilik tersebut terbuat dari kayu yang kotor dan rusak.

Awalnya kami kaget karena harus berjongkok di atas lubang, tetapi mungkin cara itu yang akhirnya menyelamatkan nyawa kami. Bayangkan, apa yang terjadi jika saat banyak orang menderita disentri kami harus duduk di toilet yang kotor.

Charles Jackson dipancung

Saat tiba, barang-barang kami terlebih dahulu diperiksa. Gunting dan pisau diambil. Uang diserahkan. Saya hanya membawa 100 gulden. Karena sudah lama tinggal di pengungsian, kami hampir tidak memiliki apa-apa.

Saya awalnya mengira di Jawa hampir tidak ada wanita Inggris, namun ternyata di kamp kami saja terdapat sekitar 80 orang. Diantaranya, 25 adalah anak-anak yang berusia antara 1 bulan hingga 12 tahun. Mereka berasal dari keturunan Belanda, Jerman, Amerika, Prancis, Italia, bahkan Yahudi dari Baghdad dan India. Kondisi kamp Inggris ternyata sangat beragam. Sebuah kamp Inggris di Batu, Jawa Timur, merupakan kamp yang terlihat indah, jadi benar-benar seperti surga jika dibandingkan dengan kamp lainnya.

Pukul 17.00 kami dipanggil untuk antri sambil membawa piring. Piring tersebut berisi nasi, sayuran, telur mata sapi, dan sedikit saus. Menghadapi makanan tahan banting yang tidak sesuai dengan selera kami, kami mengeluh, karena saat itu sebagian besar dari kami masih memiliki roti, buah, mentega, dan sambal. Padahal pada minggu-minggu awal, makanan kami sangat baik dibandingkan dengan tiga tahun berikutnya, baik dalam jumlah maupun kualitasnya.

Penghuni baru mulai datang, membawa berita dari luar dan mengenai suami kami di Suka Miskin, meskipun berita itu belum tentu benar. Pada suatu hari, seorang penghuni baru membawa surat kabar berbahasa Indonesia yang dicetak Jepang. Dengan terkejut, saya membaca bahwa Charles Jackson dipenggal seminggu sebelumnya di Surabaya. Dua bulan kemudian saya mengetahui bahwa Charles masih hidup.

Pada minggu pertama kegiatan kami hanya berupa pembersihan ruangan. Kebanyakan dari kami tidur di atas tikar, yang dibeli menggunakan uang yang kami sembunyikan. Beberapa bulan setelahnya, para wanita tua diperbolehkan tidur di balai-balai.

Kemudian kami membagi tugas. Ada yang bertanggung jawab membersihkan ruangan, ada yang membantu dalam memasak. Saya menjadi guru, mengajar anak-anak. Awalnya saya masih mampu membelikan buku tulis untuk anak-anak, tetapi seiring berjalannya waktu saya kehabisan uang. Akhirnya, buku tulis yang sudah terisi harus dibuang.

Ditinju direktur

Sekitar Natal 1942, kami harus memasak sendiri dan juga menurunkan bahan makanan dari truk. Emmy Starkey dan saya ingin meminta pasokan arang untuk memasak bubur bagi anak-anak. Namun, ketika Emmy menghadap istri direktur, wanita tersebut marah besar dan memukul Emmy dengan gagang sapu hingga polisi pribumi harus dipanggil. Kami tidak tahu bahwa istri direktur sedang emosi karena suaminya tidak bisa dihentikan untuk tinggal di rumah selingkuhannya. Padahal, istri itu takut Jepang tiba-tiba datang ke kamp saat suaminya tidak ada di tempat.

Saat melihat Sone, direktur I datang, saya menjelaskan bahwa bukan Emmy, melainkan saya sendiri yang sebenarnya ingin meminta arang. Ia justru meninju wajah saya, sehingga saya merasa marah sekali. Ia mengejar saya, tetapi terjatuh karena tersandung kereta bayi. Ia marah dan mengacungkan pistol. Polisi meminta kami untuk tidak melawan. Bersama Ellie Benson dan Emmy, kami dibawa ke sebuah sel tahanan tempat polisi menahan orang-orang.

Kami dibiarkan berada di sana hingga pukul 21.00. Keesokan harinya, kami dipanggil ke kantor. Emmy yang berusia di atas 50 tahun harus menyikat lantai kantor, Ellie membersihkan gubuk rumah sakit, dan saya ditugaskan untuk membersihkan toilet yang sangat kotor.

Beruntung kami masih memiliki sedikit karbol untuk membersihkan diri. Setelah itu kami kembali ditempatkan di lokasi yang ditentukan oleh polisi. Baru pada malam hari kami dilepaskan dan diperintahkan untuk membungkuk sebanyak 30 kali di depan direktur.

Makin lama makin buruk

Saat mendekati Hari Natal, orang-orang yang masih memiliki uang bisa membeli buah, susu, cokelat, pasta gigi, dan sebagainya. Namun, kondisi semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Kami tidak diperbolehkan lagi melakukan ibadah bersama, tidak boleh berkumpul lebih dari tiga orang, serta harus menyediakan dua perempuan yang tidak membawa anak untuk memasak bubur sagu setiap pagi.

Karena lampu dimatikan setiap malam, kami terpaksa memarut kelapa dalam kegelapan. Wajan-wajan yang digunakan untuk memasak memiliki diameter sekitar satu meter. Sangat menakutkan untuk mengangkatnya saat penuh dengan cairan panas yang kental.

Kengerian lain yang kami alami adalah saat harus mengangkat drum yang digunakan untuk memasak nasi. Drum bekas itu memiliki dua telinga yang hampir lepas. Telinga tersebut ditusuk dengan batang bambu dan dipikul oleh dua orang wanita agar bisa ditempatkan dan diangkat dari tungku. Untuk menghemat sepatu, kami selalu menggunakan bakiak.

Alhamdulillah, saat itu kami dalam keadaan sehat. Setiap sore kami melakukan olahraga. Saya mengajarkan senam dan tarian kepada anak-anak. Kehidupan di Kamp Lengkong ini terasa lebih baik dibandingkan tempat-tempat konsentrasi berikutnya. Mungkin karena pada masa itu kami masih sehat, masih memiliki cadangan vitamin, serta udara Bandung yang sejuk.

Kegiatan yang kami lakukan saat waktu senggang antara lain menjahit, membaca, dan menulis, namun kami kekurangan buku serta kertas. Untuk mengisi waktu, Ellie Benson dan saya belajar bahasa Prancis dari Madame Caly, pemimpin kami di kamp yang menguasai berbagai bahasa. Kursus tersebut berakhir ketika Madame Caly sudah terlalu lemah untuk terus mengajar.

Kami sudah diwajibkan berada di kamar setiap pukul 22.00. Selanjutnya, direktur beserta istrinya melakukan inspeksi yang didampingi dua atau tiga tentara lokal. Kami harus mengangguk bila mereka melewati kami.

Penindasan terhadap kami semakin berat sejak bulan Mei 1943. Kami dilarang melakukan kegiatan paduan suara lagi.

Pindah ke penjara

Kemudian Jepang mengizinkan kami membuka warung. Isinya sebenarnya berupa kebutuhan kamp seperti bakiak, jarum, dan sabun.

Dikabarkan kami akan dikumpulkan dengan suami kami. Maka secara diam-diam kami mulai mempersiapkan diri. Pada tanggal 8 September, staf Kamp Lengkong kaget, karena ketika diberitahu bahwa kami akan dipindahkan, kami sudah siap. Pada pagi hari kami diberi makan dalam jumlah banyak, tetapi kereta dari Surabaya yang akan membawa kami belum juga tiba. Baru keesokan harinya, pukul 02.00, kami meninggalkan Lengkong.

Saat itu semua sibuk membawa barang-barang mereka: koper, panci, ember. Saya menggunakan mantel suami sebagai lemari yang bisa dibawa-bawa. Mantel tersebut tidak hanya hangat, tetapi juga memiliki banyak kantong untuk menyimpan benda-benda bernilai bagi saya. Ketika pisau dan gunting kami dirampas, untungnya saya masih memiliki gunting bedah yang terbelah menjadi dua bagian. Benda itu bisa disembunyikan di dalam kasur.

Kami sekitar pukul 05.30 dimasukkan ke dalam kereta yang sangat penuh dan jendelanya tertutup rapat. Kereta-kereta tersebut bergerak menuju lokasi yang tidak kami ketahui. Di Purwakarta, kami diperbolehkan membeli sedikit buah. Meskipun harus menyerahkan uang, tetap saja ada orang yang memiliki uang tersebut.

Kereta-kereta lain berisi perempuan dan anak-anak dari Jawa Timur. Mereka telah melakukan perjalanan selama tiga hari tiga malam di dalam kotak-kotak sempit yang penuh sesak. Kami tidak memiliki air minum, padahal banyak anak yang mengalami demam.

Di Stasiun Meester Cornelis (Jatinegara) kami diberi air minum, nasi bungkus, dan buah pisang. Dari tempat ini kami dibawa ke Penjara Tanah Tinggi. Kami dikumpulkan di halaman tengah yang berbentuk segitiga. Di dekat lokasi tersebut terdapat sel hukuman yang berupa kandang gelap, yang harus dimasuki dengan cara merangkak. Biasanya hanya para tahanan yang melakukan kejahatan yang ditahan di sana, tetapi Bertie van Mook, istri gubernur jenderal Belanda, pernah dipenjarakan di sana karena suaminya melarikan diri.

Saat dilepaskan dari sel, anak laki-lakinya yang masih kecil dan putrinya tidak mengenali dia karena tubuhnya sangat kurus dan wajahnya cekung.

Peramal jitu

Lokasi kami berbentuk segitiga dengan dua sisinya terdiri dari sel-sel. Sisi yang ketiga dibagi menjadi dua bagian. Sebagian digunakan sebagai barak, sebagian lagi untuk kamar mandi dan toilet.

Ruang terbesar di tempat tersebut segera diberi nama "pasar ikan" karena di dalamnya 150 perempuan dan anak-anak dipenjara mulai pukul 19.30 hingga 07.00. Di sana hanya terdapat satu lubang di lantai sebagai fasilitas sanitasi.

Sel saya berada tidak jauh dari sel teman baru saya, Deborah Pope, yang tinggal bersama putranya, Feme, yang masih berusia sekitar setahun. Suami Deborah dulu bekerja di perkebunan di Jawa Timur. Karena Deborah sakit setelah melahirkan, dia diperbolehkan tinggal di sebuah klinik Swiss di Jawa Timur. Namun ketika semua orang Inggris dipindahkan ke Jawa Barat, dia terpaksa pindah ke Tanah Tinggi. Kami menjadi sahabat dan kemudian saya membantu merawat Feme.

Namun, malam pertama di Tanah Tinggi membuat saya benar-benar tidak mampu karena diare. Kami dilarang keluar dari sel, sehingga kamar saya berbau. Keesokan harinya Emmy dan Elvira membawa saya ke ruang medis dan membersihkan kamarku. Pada saat itu, untuk pertama kalinya saya merasa ingin mati.

Hanya setahun saya menghabiskan waktu sendirian di sel. Setelah itu, saya tinggal bersama Emmy dan Elvira. Di dalam penjara yang gelap dan suram tersebut, suasana terasa sangat membebani. Pada malam hari, kami akhirnya diberi izin untuk pergi ke kamar mandi, namun tidak banyak orang berani karena konon penjara ini dihuni oleh hantu.

Pada situasi tersebut, seorang wanita Mesir yang menikah dengan seorang pria Belanda ditahan oleh kami, karena dia berani memprediksi bahwa perang akan berakhir pada bulan Agustus, meskipun belum diketahui berapa tahun lagi, tetapi pasti tidak lama lagi.

Suatu hari, wanita Mesir bernama Farida meminta putrinya yang cantik untuk memanggil saya. "Awan gelap yang menggantung di kepalamu akan hilang," katanya. "Suami dan anak-anakmu akan selamat. Suatu saat nanti kamu akan melahirkan seorang putra yang namanya tidak biasa." Saat itu, saya merasa mustahil bagi saya untuk bisa memiliki anak lagi.

Melahirkan di sel

Meskipun penjara tersebut dihuni oleh orang-orang Inggris dan Amerika yang merupakan musuh Jepang, terdapat beberapa orang Belanda yang juga ditahan sebagai hukuman. Salah satunya adalah Ny. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, istri mantan gubernur jenderal Belanda. Sebenarnya dia berasal dari Amerika. Mereka pernah menginap di rumah kami di Subang.

Ny. Tjarda adalah seorang yang tenang dan cerdas. Kebanyakan waktunya hanya duduk-duduk. Para wanita Belanda yang menikah dengan orang Inggris berharap agar Ny. Tjarda diberi perlakuan khusus. Menurut saya, orang Jepang akan lebih menghormatinya jika dia melakukan pekerjaan kasar seperti yang lain, tetapi tetap menjaga kehargannya. Natal tiba lagi. Satu blok tambahan di dalam penjara itu dibersihkan untuk menampung ratusan wanita pengungsi internasional yang sebelumnya hidup bebas di luar. Beberapa di antara mereka, terutama dari Yugoslavia, sangat murah hati. Mereka membagikan pakaian kepada kami yang sudah lama tinggal di sini, yang pakaian kami sudah rusak dan usang. Namun sikap sebagian dari mereka sangat tidak pantas.

Setelah blok kedua terisi, suasana mulai membaik. Kami dapat mendengarkan berita-berita melalui radio karena meskipun sering diperiksa, hingga akhir perang masih ada beberapa radio yang berhasil disembunyikan.

Seorang perempuan Indonesia yang menikah dengan pria Inggris sedang mengandung ketika dia dibawa ke sini bersama tiga anaknya. Pada suatu malam, dia melahirkan dengan bantuan Perawat Digby dari Badan Keselamatan beserta beberapa rekan lainnya. Untungnya, saat itu penghuni sel lain sedang tertidur.

Pada suatu hari, datang berita bahwa Kempetai akan melakukan pemeriksaan terhadap kamp. Para orang kaya yang takut menjadi panik. Beberapa di antaranya membuang uangnya ke dalam toilet. Angelina, seorang wanita dari Yugo, menyembunyikan uangnya di dalam selimut jemuran.

Seperti semua penjara di dunia, sebelum petugas datang, kamp dibersihkan dengan lebih teliti daripada biasanya. Barang-barang kami harus dikeluarkan dari sel, sementara kami sendiri harus berdiri di luar. Pada saat itu, benda-benda kecil bisa menimbulkan rasa takut, misalnya saja perangko Belanda bernilai 50 sen.

Setelah pemeriksaan, Angelina ternyata tidak dapat menemukan kembali galahnya yang berisi ratusan gulden. Mungkin uang itu telah dicuri seseorang. Secara resmi, semua uang harus diserahkan, namun anehnya, jika kondisi makanan sangat buruk, Jepang memperbolehkan orang-orang untuk mengumpulkan uang sebagai pembelian makanan tambahan. Selalu ada saja orang yang masih memiliki uang. Tanpa mereka, mungkin lebih banyak dari kami yang mati di kamp tersebut.

Pada bulan Januari 1944, kami sudah tidak memiliki gula pasir maupun sabun. Kami masih perlu bersyukur karena air cukup tersedia; banyak kamp lain mengalami kekurangan air.

Di akhir bulan tersebut, kami dipindahkan. Deborah menolak untuk naik ke truk yang mengangkut orang-orang sakit ke rumah sakit. Ia takut akan dipisahkan dari Feme. Oleh karena itu, saya memangku Feme dengan menggunakan selendang, sementara Deborah dan saya bersama-sama memikul barang-barang penting kami menggunakan sebatang bambu. Barang-barang yang tidak bisa kami bawa sendiri dikumpulkan untuk diangkut dengan kendaraan.

Sebelumnya, ketika sedang mempersiapkan perpindahan, seorang petugas wanita melihat tas biru saya dengan penuh perhatian. Ia pernah memuji tas tersebut. Oleh karena itu, saya merasa cemas. Dengan hati berat, saya mengeluarkan paspor saya, dua foto keluarga, dan gunting yang rusak dari tas itu.

Beruntung saya melakukan hal itu, karena ketika membuka barang bawaan kami di lokasi baru, tas itu sudah hilang.

Tempat baru kami merupakan bekas pusat penampungan anak-anak yang nakal di Tangerang. Di area lainnya, tinggal orang-orang Belanda yang baru saja masuk ke kamp tersebut. Saya ditempatkan di sebuah bangunan bersama Deborah dan 75 orang lainnya. Bangunan tersebut kotor. Di dalamnya terdapat banyak ruangan yang dipisah-pisah. Pada dinding terdapat bidang-bidang papan untuk tempat tidur.

Pertama kali kami dibawa masuk ke ruangan yang gelap dan pengap itu, kami kaget: Mengapa tempat tidur kami terlihat mengkilap? Ternyata papan tempat tidur tersebut penuh dengan kutu busuk yang berlarian masuk ke celah-celahnya.

Di Tangerang, makanan sehari-hari kami adalah bubur jagung. Perut kami yang lemah akibat disentri tidak dapat menerima makanan tersebut. Anak-anak Inggris setiap hari mencari sampah di area blok Belanda. Kegiatan harian kami antara lain menggiling jagung kering. Karena kebanyakan dari kami sudah terlalu lemah untuk melakukannya, maka tugas itu diberikan kepada blok Surabaya yang masih dalam kondisi baik.

Saya mengajar bahasa Inggris kepada tiga kelas anak laki-laki Belanda. Salah satu dari mereka mengetahui bahwa saya tidak memiliki ember. Maka dia mengambil ember bekas yang sudah rusak. Ember itu diperbaikinya dengan menggunakan sabut kelapa dan diberi dasar kayu. Saya sangat berterima kasih kepadanya. Ember tersebut bertahan hingga akhir perang.

Paling sebal membersihkan ikan

Di Tangerang, untuk pertama kalinya kami dikelola oleh Jepang dan disiplinnya segera terasa.

Setiap hari kami harus mengirimkan dua perempuan untuk membersihkan kamar mandi dan membantu di dapur. Selanjutnya, tiga orang tersebut diambil alih oleh blok Surabaya yang lebih segar.

Setiap pukul 11.30, para pemimpin ruangan mengambil empat atau lima orang untuk mengambil ember-ember berisi makanan, kemudian membagikan makanan tersebut kepada penghuni ruangan yang sedang antri di beranda. Kami harus menjaganya dari pencuri maupun lalat yang datang dari luka kami. Untuk memastikan keadilan, petugas bergantian setiap minggu.

Setiap pagi kami saling bersaing untuk bangun lebih awal agar tidak perlu berebut dalam mencuci pakaian kami yang rusak.

Pagi dan sore kami berbaris untuk diperiksa oleh pihak Jepang. Bila Jepang datang, kami harus membungkuk sesuai perintah mereka. Jumlah tahanan yang sakit maupun sehat dilaporkan kepada Ny. Vrede, pimpinan para tahanan, dan Ny. Vrede mengirimkan catatan tersebut kepada Jepang. Pukul 19.00 lampu dimatikan. Sangat sulit tidur di tempat tidur sempit yang penuh kutu. Saya biasanya duduk di luar. Selama tidak ketahuan, tidak masalah.

Yang paling mengganggu adalah ketika kami mendapat tugas untuk membersihkan ikan yang datang di malam hari. Pekerjaan itu baru selesai antara pukul 02.00 hingga 03.00. Setelahnya, kami harus mandi dan keramas tanpa menggunakan sabun meskipun tubuh terasa dingin. Pakaian juga bau, padahal kebanyakan dari kami hanya memiliki dua potong pakaian yang sudah rusak.

Tengkorak hidup berpakaian compang-camping

Pada awal bulan Juni beredar kabar bahwa penduduk Inggris akan dipindahkan kembali. Pada saat yang sama, kami menerima kiriman pertama dari Palang Merah Amerika. Setiap orang Amerika menerima satu paket. Yang lainnya mendapatkan satu atau dua kaleng makanan. Untuk memastikan keadilan, pembagian dilakukan melalui undian.

Perempuan-perempuan dari Surabaya pada masa itu masih memiliki persediaan makanan kaleng. Makanan kaleng dari Palang Merah digunakan untuk membayar para perempuan Inggris yang diperintahkan mencuci pakaian mereka dan sebagainya.

Pada tanggal 15 Juni, kami diminta untuk bersiap-siap meninggalkan kamp. Kami dinaikkan ke kereta yang cukup nyaman untuk dibawa ke kamp Belanda di Cideng, Batavia. Saat perpisahan, kami diberi permen dan kue. Benar-benar sebuah kejutan yang menyenangkan.

Saat kami tiba di Cideng, sudah sekitar tiga ribu perempuan dan anak-anak serta remaja laki-laki dan pria tua. Beberapa bulan sebelumnya mereka masih bisa masuk dan keluar kamp dengan cukup bebas pada siang hari, seperti yang dialami oleh penghuni kamp Belanda di Surabaya. Kami yang telah diinternir selama dua tahun datang dalam kondisi seperti tengkorak hidup dengan pakaian yang rusak dan tidak beraturan. Tidak heran jika rekan-rekan Belanda memandang kami dengan air mata yang jatuh perlahan.

Melalui gerbang bambu yang tinggi kami diarahkan masuk dan dibagi-bagi. Kami ditempatkan dalam rumah-rumah yang berada di dalam lingkungan pagar tersebut. Setelah mendapatkan tempat berlindung, kami jatuh ke lantai karena lelah. Teman-teman Belanda datang membawa pakaian, handuk, dan sabun.

Saat itu kami diberi kebebasan dari pekerjaan dan diberi makanan lezat oleh teman-teman kami. Maka rasanya seperti berada di surga. Meskipun kondisi di Cideng kemudian menjadi lebih buruk dibandingkan kamp-kamp sebelumnya, tetapi kami tidak pernah melupakan bantuan dan penerimaan yang diberikan pada masa itu.

Dicelakakan makanan enak

Minggu-minggu awal kami menerima makanan yang baik dari orang-orang Belanda, termasuk lemak dan daging yang selama beberapa bulan tidak pernah kami lihat sebelumnya. Kami juga mendapatkan buah-buahan dan sayuran, sehingga beberapa minggu berikutnya sebagian dari kami menjadi lebih sehat. Namun, bagi sebagian lainnya, makanan bergizi tersebut justru berakibat fatal, karena tubuh mereka sudah tidak terbiasa menerimanya lagi.

Karena orang Belanda masuk kamp sambil membawa peralatan dan barang bawaan, maka satu rumah hanya mampu menampung tujuh orang. Orang Inggris datang tanpa membawa barang bawaan, sehingga satu rumah dapat menampung empat puluh orang. Meskipun begitu, saya merasa seperti berada di surga. Kami mengumpulkan peralatan yang dibuang oleh orang Belanda.

Kamar mandi di tempat ini sangat tidak memadai, hanya tersedia satu kamar mandi untuk empat puluh orang. Nyamuk di sini sangat ganas.

Saat itu jumlah orang yang meninggal masih sedikit. Beberapa bulan berikutnya, setiap hari bisa saja ada 6 hingga 8 orang yang tewas. Jenazah dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari bahan sederhana. Terkadang peti terlalu sempit, sehingga jenazah harus dilipat.

Menghadapi kehidupan semacam ini, kita perlu memiliki pola pikir tertentu. Saya beruntung, karena seorang teman (yang pernah ditahan di Jerman seperti ayah saya) sebelum ditangkap di Ciumbuleuit sempat mengajarkan cara bertahan di kamp tahanan. Ia berkata, kita harus menyusun rencana untuk melakukan aktivitas sehari-hari, meskipun aktivitas tersebut hanya hal kecil. Kita juga harus mampu menerima kondisi apa pun, meskipun kita tidak menyukainya.

Perilaku terhadap kami semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Setiap hari selalu ada orang yang menjadi korban amarah Sone, termasuk dokter, perawat, dan pemimpin blok. Pada tanggal 30 September 1944, seluruh penghuni, termasuk para pasien yang tidak mampu berjalan, dipaksa berdiri di luar. Banyak dari mereka pingsan akibat pukulan atau panas matahari. Semua kejadian ini terjadi karena adanya kesalahpahaman di kantor pusat. Pukul 22.00, kami akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam bangunan.

Kemudian kami mengetahui bahwa empat hari sebelum kejadian tersebut, Tokyo dibom. Banyak perempuan merasa cemas karena kami diberitahu bahwa pasangan yang telah bercerai selama setahun dianggap sudah berpisah. Di sisi lain, para perempuan tua menyebarkan kabar bahwa perang membuat banyak pria mengalami impotensi.

Mereka mengatakan bahwa hati itu telah terbukti dalam Perang Dunia I. Salah satu dari wanita tua itu bahkan mengancam, katanya, para suami pasti diberikan wanita di kamp. Padahal kemudian saya mengetahui bahwa seperti kami kaum wanita, para pria di kamp terlalu lemah untuk tertarik pada seks.

Kiriman kuku dan rambut

Kemudian Cideng menerima kedatangan ratusan tahanan baru dari Bandung. Jumlah kami sekitar delapan ribu orang. Jepang memerintahkan agar lahan kosong digali untuk ditanami sayuran. Sayuran tersebut harus sudah tumbuh dalam enam minggu mendatang. Kami pun bekerja keras, menggali tanah yang keras. Pada masa itu, saya sering berjongkok di samping Bertie van Mook. Istri mantan pejabat tinggi itu sering mengalami sakit, tetapi ketabahannya tidak pernah goyah. Dia selalu menjalankan tugasnya dengan gembira, melebihi dari apa yang diminta. Saya selalu mengaguminya.

Enam minggu setelahnya, saat jenderal Jepang tiba, tanaman sayuran sudah mulai berkembang.

Cideng ternyata terendam banjir saat musim hujan. Air bisa mencapai ketinggian satu meter. Setelah banjir, rumah perlu dibersihkan. Memasak menjadi sulit karena kayu menjadi basah.

Desember 1944, rata-rata terdapat delapan orang yang meninggal setiap hari. Jepang selalu meletakkan seikat pisang di atas jenazah, pisang yang sangat menggugah selera bagi orang yang masih hidup.

Jika seorang suami atau saudara laki-laki yang tinggal di kamp meninggal, maka dia akan menerima potongan kuku dan rambut dari orang yang telah meninggal. Lebih baik tidak menunjukkan perasaan saat menerima kiriman semacam itu, karena Jepang bisa bersikap keras terhadap wanita yang menangis.

Terkadang, para pria yang melakukan kesalahan di kamp mereka diberi pilihan: menerima hukuman atau istrinya menerima potongan kuku dan rambut. Pernah seorang wanita Belanda menerima kiriman semacam itu. Maka ia tidak percaya ketika putrinya melihat dari balik pagar bahwa suami wanita tersebut sedang membersihkan jalan. Baru setelah perang berakhir, ia yakin bahwa suaminya masih hidup.

Pada bulan Januari 1945, saya mengalami demam parah selama tiga hari. Pada masa itu, banyak penghuni kamp menderita tuberkulosis, pellagra, disentri, dan beri-beri. Alhamdulillah, selain menderita disentri, saya tidak terkena penyakit lain. Mungkin karena saya sering berkeringat. Namun, keringat tersebut merusak pakaian saya. Ketika tiba di Cideng, pakaian saya sudah rusak dan tidak rapi. Di sana saya mendapatkan satu celana pendek, dua kemeja, dan tiga pakaian biasa. Salah satu dari pakaian tersebut saya simpan sebaik-baiknya, dengan harapan akan digunakan ketika kami akhirnya dibebaskan. Namun, bagi orang Inggris yang praktis tidak membawa apa-apa saat masuk ke kamp, sangat sulit untuk memiliki pakaian cadangan. Kebanyakan dari kami sudah tidak memiliki sepatu.

Jika di tempat-tempat sebelumnya kami tidak memiliki buku bacaan, di sini jumlah bukunya sangat banyak. Dikatakan bahwa seorang perempuan Belanda membawa buku ke kamp sebanyak 17 sado!

Beberapa bulan setelah tinggal di Cideng, akhirnya kami menerima surat. Ternyata surat tersebut ditulis pada tahun 1942. Saya mendengar bahwa Jane dan keluarga Inggris lainnya telah tiba dengan selamat di Perth, Australia. Daphne juga dalam keadaan baik di Inggris.

Setahun tinggal di Cideng, kami memiliki kesempatan mengirimkan kartu pos setiap enam bulan. Sulit bagi saya memutuskan siapa yang harus dikirimi. Saya menulis sekali kepada Charles, sekali kepada Daphne, dan sekali kepada Jane. Ternyata Charles baru menerima kartu pos saya tiga bulan sebelum ia dibebaskan.

Pantat dicubiti

Pada bulan Januari 1945, beredar kabar bahwa kami akan dipindahkan kembali. Saya khawatir akan dipisahkan dari Deborah dan hal itu benar terjadi. Saat itu saya sedang menderita penyakit kuning dan kakiku mengalami luka-luka. Namun, saya tidak mengalami pembengkakan. Saya dipilih bersama sekitar 500 orang lainnya untuk dipindahkan ke suatu tempat yang tidak diketahui. Kami dibawa dengan truk. Saya terlalu sakit untuk memikirkan ke mana kami akan dibawa. Barang bawaan saya hanya ember, kotak topi yang berisi seluruh harta benda saya, selimut, dan kasur gulung. Selama perjalanan, tentara Jepang yang mengawal kami mencubit pantat saya, tetapi saya terlalu sakit untuk memperhatikannya. Pukul 02.00 kami tiba di kamp yang terletak di jalan raya menuju Buitenzorg (Bogor).

Kemah tersebut terdiri dari rumah-rumah kecil dengan lantai tanah dan dinding anyaman bambu. Di dalamnya terdapat beberapa bangunan kecil. Di sekitar kami terdapat lapangan yang berlumpur dan licin. Kelompok saya terdiri dari orang-orang Belanda yang belum pernah tinggal di Tangerang. Jadi, ini pengalaman yang baru bagi mereka.

Menurut saya tinggal di Kampung Makassar ini tidak terlalu jelek, meskipun atap rumah kami bocor saat hujan. Setidaknya di sini kami mendapatkan udara yang segar dan merasa lebih leluasa. Di sini juga jauh dari Sone yang keras dan dari anak-anak.

Totalnya terdapat empat belas pondok. Setiap pondok disediakan untuk tiga ratus orang. Ketika kami tiba, hanya empat pondok yang sudah dihuni. Sekeliling kamp ini dikelilingi oleh pagar kawat berduri dan tembok tinggi yang dilengkapi dengan menara pengawasan.

Di antara kami yang dikirim ke tempat ini terdapat beberapa dokter serta dokter gigi. Secara perlahan, sebuah gubuk harus digunakan sebagai semacam rumah sakit karena jumlah pasien semakin meningkat. Ketika jumlah kematian bertambah, kematian tersebut disembunyikan dari kami.

Di sini saya berkenalan dengan Corrie yang sedang sakit. Pada masa itu, saya sendiri menderita pelagra, sehingga tidak mampu bekerja di bawah sinar matahari. Oleh karena itu, saya membersihkan pakaian Corrie, ibunya, adiknya serta beberapa perempuan lain yang bekerja di kandang babi. Dari Corrie dan ibunya, saya memperoleh benda-benda bernilai seperti jarum dan terutama sabun.

Mencuri makanan babi

Banyak orang yang bekerja merawat babi terkadang mencuri makanan hewan tersebut atau secara sembunyi-sembunyi memetik buah pepaya muda.

Meskipun bekerja di perkebunan dengan berat dan jam kerja yang lebih panjang dibanding petani pada umumnya, setidaknya hal tersebut memberikan sedikit semangat dalam hidup. Berbeda dengan orang-orang yang harus terbaring karena terlalu lemah.

Pada masa itu, makanan kami terdiri dari roti kasar yang disajikan bersama teh atau kopi. Sayuran utama yang kami konsumsi adalah kangkung, namun daunnya sudah sedikit ketika tiba di dapur. Meskipun kami merasa bosan melihatnya, kami tetap meminum airnya dengan harapan bisa bermanfaat untuk kesehatan. Kami juga menanam tomat, cabai, wortel, kacang-kacangan, pepaya, dan pisang serta buah-buahan lainnya, tetapi sebagian besar dikirim ke kamp-kamp lain. Pepaya dan buah-buahan sering kali dicuri, meskipun pelakunya akan dihukum cukup berat jika ketahuan.

Kampung Makassar pada awalnya ditujukan sebagai tempat kerja bagi perempuan-perempuan yang tidak membawa anak, namun pada bulan Mei 1945 sebanyak 1.500 orang tiba, setengah di antaranya adalah anak-anak. Kuota tempat bagi kami berkurang. Tidak heran jika penduduk lama bersikap penuh permusuhan terhadap penduduk baru yang datang dari Bandung. Padahal penduduk baru juga kaget karena ditempatkan di kamp yang berlumpur dengan udara yang tidak se nyaman seperti di Bandung.

Mereka membawa banyak sekali barang. Pada hari tiba mereka, barang-barang tersebut dikumpulkan di suatu area terbuka. Ternyata hujan turun sehingga banyak barang yang rusak.

Pakaian mereka sangat menarik, bahkan beberapa di antaranya memakai aksesoris dari batu mulia.

Menangani perempuan-perempuan dari berbagai bangsa dalam kamp seperti itu ternyata menyulitkan Jepang. "Lebih baik mengurus seratus pria daripada enam perempuan seperti kalian!" ujar salah seorang Jepang di tempat tersebut.

Digunduli

Saat penduduk Kampung Makassar hanya berjumlah lima ratus orang, peralatan masak kami terdiri dari lima drum. Setelah jumlah kami meningkat menjadi 3.800, jumlah drum tetap tidak bertambah. Oleh karena itu, setiap malam setiap drum harus digunakan untuk memasak dan mencuci tiga kali.

Sebagai imbalan atas pekerjaan memasak, kami diberi porsi makanan yang lebih banyak. Porsi ini kami tukarkan dengan rokok. Satu porsi makan siang bisa ditukar dengan empat atau lima batang rokok. Selama tidak ada rokok asli, saya membuat sendiri dengan menggulung bahan tembakau kasar menggunakan kertas apa saja, termasuk kertas buku catatan.

Sejak tinggal di Cideng, beberapa dari kami memiliki kebiasaan bertukar barang dengan penduduk setempat. Orang-orang yang melihat anak-anaknya lapar pasti berusaha mendapatkan telur atau makanan lain dengan menukarkannya dengan pakaian bekas melalui celah gedek.

Namun ada juga yang melakukan pertukaran hanya untuk pamer. Mereka tentu sangat mengganggu, karena jika ketahuan, hukumannya tidak hanya menimpa mereka sendiri, tetapi seluruh penghuni kamp.

Pernah suatu kali tiga orang gadis tertangkap basah dalam tindakan pertukaran. Mereka diperlakukan telanjang. Hanya mengenakan bra dan celana dalam, mereka dikurung di dalam sel. Rambut mereka dicukur habis dan mereka dipukuli hingga luka berdarah. Setiap hari mereka diwajibkan berbaris di depan kami. Awalnya mereka tidak diberi makan, tetapi Ny. Wetter, pemimpin kamp, berusaha memberikan makanan dan selimut untuk mereka.

Tidak selalu pelaku yang bersalah yang dihukum dengan mencukur rambut dan diperlihatkan di jalan. Pernah terjadi, barak 14 diserang dan sepuluh perempuan yang tidak bersalah menerima hukuman yang sangat keras. Dari berita-berita yang ditangkap di rumah sakit, diketahui bahwa perang sudah mendekati akhir. Inilah yang membuat Jepang menjadi panik.

Pepaya muda untuk anak-anak

Saat sirene peringatan semakin sering berbunyi, masakan kami sering gosong. Pekerjaan memasak harus dilakukan kembali. Padahal tubuh sudah sangat lelah. Pada masa itu angka kematian meningkat lagi. Dalam kondisi seperti itu kami dihukum dua hari tanpa makan. Kami tidak tahu alasannya. Ternyata saat itu Jepang sedang dibom oleh Sekutu.

Di bawah kondisi kelelahan dan lapar, kami menjadi kurang tertarik lagi untuk mengetahui penyebabnya. Kami hanya berusaha bertahan hidup dari hari ke hari. Secara samar-samar kami menyadari bahwa perang telah berakhir di Eropa. Namun karena belum ada dampaknya bagi kami, kami mengira kami sudah dilupakan.

Pada hari pertama terjebak di dalam tenda, masih ada beberapa perempuan yang memiliki makanan dan secara diam-diam mengonsumsinya tanpa diketahui oleh yang lain. Pada hari kedua, hampir semua tidak bisa bergerak lagi, kecuali untuk pergi ke kamar mandi.

Pada hari kedua, seorang pria Jepang yang bertugas menjaga babi secara diam-diam membawa beberapa buah pepaya muda untuk anak-anak. Ia dikenal selalu ramah. Ia juga yang membiarkan para perawat babi mencuri makanan hewan tersebut untuk mengisi perut mereka.

Banyak ibu lebih memilih berpuasa daripada melihat anaknya lapar. Namun, akibatnya mereka mengalami sakit atau meninggal, sehingga tanggung jawab merawat anak-anak mereka beralih kepada orang lain.

Wabah gondongan

Juli 1945, saya mengalami gondongan seperti banyak orang lain. Padahal saya mendengar kabar bahwa tidak lama lagi kami mungkin akan dibebaskan. Rasanya tidak menyenangkan bertemu dengan Charles dengan wajah seperti bulan setelah berpisah selama 3,5 tahun!

Beberapa dari kami justru senang ketika melihat rayap menggerogoti tiang-tiang bambu, karena menurut kepercayaan setempat, hal ini mengindikasikan bahwa kami akan pindah. Namun ada juga orang yang merasa dirugikan, karena kopor-kopor mereka dan isinya dimakan oleh hewan rakus tersebut.

Di minggu-minggu terakhir, warga Jepang yang baik memberi tahu para peternak babi bahwa mereka tidak perlu bekerja keras lagi, karena perang telah berakhir. Namun, orang-orang yang kejam justru menjadi lebih kejam lagi.

Pada bulan Agustus, kami mengetahui bahwa perang benar-benar telah berakhir. Namun, pada saat itu kami sangat lelah dan telah mengalami begitu banyak penderitaan, sehingga tidak berani percaya. Ketika berita baik tersebut diumumkan secara resmi, awalnya semua orang hanya terdiam dan tidak peduli. Setelah itu, kualitas makanan meningkat dan bantuan dari Palang Merah dibagikan. Ketika kondisi tubuh kami mulai membaik, semangat pun muncul.

Karena Amerika menyerahkan penanganan Asia Tenggara kepada Inggris, kami harus menunggu selama enam minggu sebelum pasukan Inggris tiba dari Malaya. Selama masa itu, kami tetap berada di penjara kami, di bawah pengawasan Jepang.

Banyak warga asli Jakarta mencoba melanggar pagar kawat, dengan tujuan kembali ke rumah mereka yang dulu. Ternyata mereka dihujani batu oleh penduduk setempat, sehingga harus kembali ke sisi lain pagar berduri tersebut.

Pilotnya orang Jepang

Akhirnya saya mendapatkan surat dari Charles, dia masih hidup! Dia bersama pejabat konsulat, Tuan Crichton, akan datang untuk meninjau kamp-kamp wanita.

Sepekan setelah pernikahan kami genap berusia 16 tahun, Charles tiba di Kampung Makassar bersama Mr. Crichton. Ia kurus dan satu kakinya terpincang. Pakaian yang ia kenakan cukup bagus, berasal dari hasil pinjaman.

Kami hanya sempat bertemu sejenak karena dia harus berbicara dengan perempuan Inggris lainnya dan mengunjungi kamp-kamp yang lain. Saya harus meninggalkannya terlebih dahulu.

Pada awal bulan September, saya mendapatkan pesan melalui Palang Merah yang menyampaikan bahwa Daphne di Inggris dan Jane di Australia dalam keadaan baik. Sejak saat itu, kami telah bisa saling bertukar kabar.

Tidak semua tahanan beruntung seperti kami. Banyak di antara mereka yang tidak menerima kabar, dan banyak pula yang pasangannya telah meninggal. Oleh karena itu, saya merasa takut untuk menunjukkan kebahagiaan saya.

Akhirnya di akhir bulan September saya menyusul Charles ke Bandung. Di Bandung, kesempatan saya untuk bersama Charles sangat terbatas karena dia harus mengurus karyawan perusahaan perkebunan yang ia pimpin. Setelah selesai, baru Charles membawa saya terbang ke Singapura. Ternyata pilot pesawatnya adalah orang Jepang!

Pada tanggal 3 November kami berangkat ke Australia dengan kapal untuk mengambil Jane di Fremantle. Karena kami tidak bisa memberi tahu kapan kami tiba, kami tidak berharap Jane akan menjemput kami. Di pelabuhan kami bertemu dengan sahabat kami, Titus Miller. Ia ditemani seorang gadis tinggi langsing yang memakai seragam sekolah. Jane! Dia sudah jauh lebih besar dan juga sehat serta bahagia berkat perawatan Nell dan Titus selama empat tahun.

Di Australia, kami melakukan pengobatan. Alhamdulillah, kaki Charles yang pincang akibat luka dari Kempetai berhasil disembuhkan oleh seorang ahli ortopedi di Perth. Pada tanggal 15 Desember, kami kembali ke Inggris bersama Jane.

Kami kembali ke tanah air tanpa memiliki uang, bahkan rumah pun tidak kami miliki. Sebagai ganti dari kerugian yang kami alami di negara asing, masing-masing dari kami hanya mendapatkan 38 poundsterling, ditambah tambahan 8 poundsterling pada hari Natal. Karena itu, kami terpaksa menjual asuransi kami yang tidak mencakup risiko perang. Dengan uang tersebut, kami membeli sebuah rumah kecil.

Agustus 1947, Charles kembali ke Jawa untuk membangun kembali perusahaan perkebunan nomor empat terbesar di dunia. Saya mengikuti tahun berikutnya. Pada saat itu kami sudah memiliki seorang putra bernama Simon yang saya bawa bersama. Saya sangat khawatir tentang kesehatan Charles dan situasi yang tidak aman pada masa itu. Pada bulan Maret 1949, kami meninggalkan Jawa dan tahun berikutnya kami pindah ke London karena Charles menjadi direktur eksekutif perusahaan tersebut. Selanjutnya, dia menjadi pemimpin perusahaan tersebut dan kami sering melakukan perjalanan ke Jawa.

Pada tahun 1962, impian kami tercapai dengan tinggal di lahan pertanian di Cornwall. Kami sempat menikmati masa yang sangat menyenangkan bersama selama tiga belas tahun di sana, sebelum Charles meninggal pada usia 82 tahun, yakni 45 tahun setelah kami menikah. (Daphne Jackson, Java Nightmare).

Name

5g,1,abdominal exercises,1,abdominals,1,AC Milan,1,Acara dan Festival,36,Acara dan Perayaan Natal,6,accessibility,1,acne,1,actors and actresses,1,ADHD,2,Adhd/Add dewasa,2,affordable housing,1,africa,48,Afrika,3,agama,61,aging,4,agriculture,21,Ahli gizi,1,AI Chatbots,1,air,2,air minum,1,air travel,2,airline industry,3,airpods,1,Akses Internet,2,aksesoris komputer,2,aktivis,2,aktivitas luar ruangan,14,aktor dan aktris,6,alam,17,alamat negara bagian,1,alas kaki,3,alcohol,6,alcohol consumption,4,alternative energy,3,alzheimer's disease,3,amal,2,Amerika Utara,1,anak -anak dan keluarga,25,anak muda,3,anak sekolah,1,anak-anak,18,Analisis Keuangan,1,Android,1,anggaran,2,angin,1,angkatan bersenjata,3,Angkatan Bersenjata Rusia,1,angkutan,49,animals,11,anime,2,antitrust law,1,anxiety,2,anxiety disorders,1,apel,4,api,1,aplikasi kencan,1,aplikasi seluler,3,apoteker,2,apple,1,apple products and services,2,Aquarius,11,Arab Saudi,1,argumen dan argumentasi,1,Aries,25,armed forces,4,arsenal fc,1,arsitektur,12,art,2,art and craft exhibitions,1,artificial intelligence,14,asia,8,Asia,101,Astrofisika,2,Astrolog,135,astronomi,7,astronomy,2,astrophysics,1,asuransi,3,asuransi jiwa,2,asuransi mobil,1,Asus,1,atap dan atap,1,athletes,1,atlet,1,Atlet Olimpiade,1,attorneys,1,aturan dan peraturan,13,Auditor,1,audits,1,Aurora Borealis,1,auto enthusiasts,1,automation,2,automotive industry,5,autos,6,Autos,51,avatar,1,avatar: pengendali udara terakhir,1,aviation,3,babies,4,bacteria,3,badan amal,1,bahan bakar motor,3,Bahan limbah,1,balap,6,ban,1,bangunan,2,bank accounts,1,banking,3,bankruptcy,1,Bantuan Internasional,1,bantuan kemanusiaan,2,Bar & Restoran,1,Barang dan Jasa Mewah,1,batas pribadi,2,baterai,1,baterai listrik,1,bathroom ideas,1,bathrooms,1,battery electric vehicles,1,bea cukai,1,beautiful places,1,beauty,5,beauty products and cosmetics,1,beauty tips,4,bees,1,bekerja dan membayar,7,belanja,19,Belanja Keuangan Pribadi,2,belanja online,1,bencana,118,bencana alam,60,Bencana lingkungan,19,bepergian,51,bepergian di Maladewa,1,berinvestasi,80,berinvestasi pada saham-saham unggulan,1,berita,1122,Berita berinvestasi,42,Berita Internasional,12,Berita Investasi Perusahaan,22,Berita Keuangan,108,Berita lokal,202,Berita Pasar Investasi,27,Berita televisi,2,Berkebun,3,berkemah,2,Berkshire Hathaway,1,berlari dan kebugaran,1,bermain game,3,berolahraga,2,beverages,2,biaya hidup,4,biodiversity,4,biologi,2,biometrics,1,biotech & biomedical,5,biotechnology,1,Bioteknologi,1,Bioteknologi dan Biomedis,1,birds,2,birth rates,2,bisnis,579,Bisnis & Keuangan,8,bisnis lokal,8,bisnis restoran,2,bitcoin,1,Bitcoin,1,black friday,2,black friday sales,2,blockchain,3,blood,3,blood clots,1,blood donation,3,blood sugar,1,boats and ships,2,bola voli,1,bollywood,1,bonus,1,books,1,border security,2,borders,1,brain health,3,bread,2,breaking news,1,Breaking News,5,Breed kucing,1,broadband,1,broadcast media,2,broadcasting,3,budaya,314,Budaya & Sejarah,4,Budaya kantor dan tempat kerja,3,Budaya Makanan,66,budaya pop,2,Budaya Populer,20,budgets,7,buku masak,1,bulan,2,bulan purnama,3,Bullying sekolah,2,bumbu,1,buses,1,business,145,business & finance,1,cadets,1,cancer,5,cancer patients,2,cancer treatment,1,Capricornus,7,car companies,2,car models,1,cara menghasilkan uang,1,carbon emissions,3,cardi b,1,cardiology,3,cardiovascular fitness,1,career advice,1,cars,8,celebrities,17,celebrity and music,1,celebrity gossip,12,central banks,2,cephalopoda,1,challenges,3,charities,1,charity,2,chatgpt,1,chemicals,1,chemistry,1,childbirth,2,childhood,3,children,8,children and families,12,chronic conditions and diseases,2,Cinta,9,cinta dan perselingkuhan,2,cities and towns,1,citizenship,1,civil aviation,1,cleaning and organizing,2,cleaning products,1,climate,6,climate change,9,climatology,1,closures,1,coaching,1,coal power,1,colleges and universities,6,commerce,41,commercial aircraft,1,commodities,1,community,20,complaints,1,computer security,3,concerts,3,congo,1,conservation,1,construction,4,consumer electronics,1,content creators,2,contracts,1,controversies,36,cookie,1,cooking,3,cookware,1,corruption,1,cosmetic surgery,2,cosmetics industry,2,cost of living,4,counties,1,couples,1,courts,2,covid 19,2,crime,29,crimes,6,criminal cases,2,criminal justice,4,criminal law,1,criminology,2,crops,6,crude oil,1,Crunchyroll,1,cryptocurrency,1,Cryptocurrency,5,cryptocurrency investing,1,cuaca buruk,2,cuisine,1,culinary arts,1,culture,24,currencies,1,customs,2,cyberattacks,2,cybercrime,7,cybersecurity,8,dapatkan otot,1,data centers,1,Data dan Privasi Pribadi,2,data science and analytics,1,Daur Ulang Plastik,1,daya listrik,34,debat politik,4,debt,5,dekorasi,7,dekorasi Natal,2,dekorasi rumah,29,delta air lines,1,dementia,5,democrats,1,demokrasi,4,dentistry,1,dentists,1,depresi,5,depression,1,dermatologi,2,dermatologists,1,dermatology,1,Dermawan,1,desain,8,Desain Arsitektur,6,Desain furnitur,3,Desain Interior,29,desain mobil,6,desain mode,1,Desain Otomotif,5,Desain Pencahayaan,1,Desain rumah,38,Desain Taman,3,detektif,1,diabetes,5,diesel fuel,1,diet and nutrition,15,Diet dan Nutrisi,24,dining,2,diplomacy and diplomats,1,diplomasi dan diplomat,1,disabilitas,3,disability,3,disaster management,3,disaster preparedness,1,disasters,11,Dividen,1,DIY,4,dog owners,1,dogs,1,donald trump,3,Donald Trump,3,drama,12,drivers,1,driving,3,drug and pharmaceutical companies,3,drug development,1,drugs,6,ducati motorcycles,1,duka,2,Dukungan Teknis Windows dan PC,1,dunia,18,dunia malam,1,E Commerce,17,e-mail,1,earth,1,earth science,1,earthquakes,3,eating disorders,1,ecology,5,economic inequality,1,economic policy,19,economics,50,economy of china,1,education,40,education reform,1,educational systems,9,educators,3,efisiensi energi,2,eggs,1,ekologi,32,ekonomi,168,Ekonomi Global,6,Ekonomi Internasional,4,Ekonomi Kesehatan dan Kesehatan,2,Ekonomi pertunjukan,1,Ekonomi Tiongkok,1,ekuitas,8,election integrity,2,elections,2,electric cars,3,electric generators,1,electric grids,1,electric power,11,electricity bill,3,electronic cigarettes and vaping,1,elektronik,11,Elektronik Konsumen,51,Elon Musk,5,emas,1,emergencies,4,emergency management,1,emergency medical services,1,emisi karbon,1,employment,5,empowerment,2,energi alternatif,5,energi matahari,1,energi nuklir,1,energy conservation,1,energy consumption,5,energy sector,12,energy sustainability,3,engineering,9,entertainment,14,entertainment industry,4,entrepreneurship,5,environment,2,environmental disasters,2,environmental friendliness,7,environmental health,3,environmental pollution,4,environmental science,3,environmentalism,18,equities,1,Eropa,4,ethnic diversity,1,europe,14,european football,1,european union,10,events and festivals,5,Everton F.C.,1,everyday life tips and hacks,4,exercise,6,exercise for weight loss,1,expenses,1,exports,4,eye health,1,facial recognition,1,faith and religion,2,family relationships and dynamics,1,farmasi,3,farmers,9,farming,9,farming sector,7,Fashion & Gaya,29,fashion & style,1,fashion and style,3,fashion brands,1,fashion dan gaya,34,Fashion dan Gaya Wanita,10,fashion industry,1,FC Barcelona,1,federal government,4,female empowerment,6,fertility,3,festival,5,festivals,3,fighting,1,film,14,finance news,7,financial crime,1,financial literacy,1,financial markets,6,financial services,8,fintech,3,first responders,1,fiscal policy,10,fisheries,2,fisika,1,fitness,6,fitness trackers,1,flights,3,flooding,1,flooring,1,flying,3,food and drink,20,food culture,4,food preparation,2,food prices,3,food safety,2,food science,2,food service industry,3,food waste,1,foodies,1,football clubs,5,football players,3,forecasting,1,foreign policy,4,formula 1,1,Formula 1,1,fossil fuels,1,fotografer,1,fotografi,2,fraud prevention,3,french,1,friendship,1,funding,7,future of cryptocurrencies,1,gadget,16,gain muscles,1,game seluler,1,gamer,2,Gangguan kecemasan,1,garasi,1,Gas Alam,1,gaya,20,gaya hidup,135,Gaya hidup minimalis,2,gaya rambut,1,gaza israel conflict,1,gdpr,1,Gemini,10,Gempa bumi,3,gender,6,gender identity,2,general data protection regulation,1,genetika dan keturunan,1,geologi,1,geology,2,gerak badan,1,Gereja dan denominasi Kristen,1,Gereja Katolik Roma,7,german,2,ghana,4,gitar,1,global economy,7,global warming,5,gold,2,golf,1,Gosip selebriti,10,government,143,government regulations,16,governors,1,grand prix,1,greenhouse gases,2,grief,1,grief recovery,1,growth,1,guru,2,habit change,1,habits,2,hackers,2,hadiah,5,hadiah Natal,6,Hairstyling,2,hal-hal asing,2,happiness,1,harga diri,3,Harga gas,1,Harga makanan,1,Harga minyak dan bahan bakar,2,hari libur Yahudi,1,Harlem,2,harrison mengarungi,2,health,178,health & fitness,26,health advice,13,health and exercise,45,health and healthcare economics,15,health benefits,7,health effects of alcohol,2,health insurance,2,health risks,6,health tips,11,healthcare and medicine,153,healthcare industry,9,healthy eating,4,healthy eating and living,8,healthy living,16,healthy weight loss,1,healthy workouts,4,heart attacks,1,heat,1,heating,1,heritage,1,Hewan,32,Hewan Liar,7,hewan peliharaan,1,hiburan,60,hidangan laut,1,hidup,6,hidup sehat,14,higher education,14,hipertensi,1,historic preservation,1,history,6,hobi,2,holiday season,1,home and property,1,home decoration ideas,1,home maintenance,1,home workouts,1,Honda,5,Horoskop,212,hospice care,1,hospices,1,hospitals,4,hotel,5,hotels,2,house plants,2,housecleaning,1,Housecleaning,1,hubungan,35,Hubungan Anak Tua,1,hubungan beracun,2,Hubungan Ibu Anak,3,hubungan Internasional,9,Hubungan Keluarga dan Dinamika,12,hubungan romantis,29,Hukum Pidana,7,human rights,1,humor,4,hutan,1,hydration,1,Hyundai,2,ibu,4,Ide Dekorasi Rumah,20,ide hadiah,1,identity verification,1,ikan,3,iklan,1,iklim,13,illness,39,Ilmu Bumi,2,Ilmu Makanan,4,Ilmu Politik,2,iman dan agama,10,immigrants,2,immigration,3,immigration to the united kingdom,1,immune system,1,impeachment,1,incident,12,indigenous,2,Indonesia,141,indoor gardening,1,Industri hiburan,11,Industri jasa makanan,2,Industri kosmetik,1,Industri Makanan dan Minuman,2,Industri minyak dan gas,4,Industri mode,1,Industri musik,5,Industri otomotif,43,Industri perawatan kesehatan,2,Industri Pertambangan,1,Industri Teknologi,21,Industri video game,3,infectious diseases,21,inflasi,1,inflation,3,influencer,2,influencers,5,influensa,1,information privacy,1,information security,2,infrastructure,8,infrastruktur,44,innovation,11,inovasi,29,insects,1,insiden,43,insurance,3,interest rates,1,international aid,1,international economics,2,international news,3,international relations,9,international trade,4,internet data centers,1,internet infrastructure,1,Investasi Cryptocurrency,1,Investasi Ekonomi,5,investing,16,investing business news,7,investing company news,10,investing economy,4,investing market news,5,investing technology,1,investing news,3,investor,27,investors,10,ios,1,iphone,1,iPhone,1,Islam,10,italy,1,jaket,1,jalan,4,jalan tol,1,jam tangan pintar,4,jaminan sosial,2,japan national news,1,jasa keuangan,32,Jeffrey Epstein,2,jenis kelamin,5,Jerman,3,job,1,jobs and careers,3,jobs and careers in nursing,1,journalism,6,judiciaries,1,jurnalistik,44,jus dan jus,1,K 12 Pendidikan,1,kacamata,1,kamera,3,Kamera Keamanan,1,kamera smartphone,4,kanker,3,kapal pesiar,1,karakter anime,1,karakter dan kepribadian,6,kardiologi,1,Karier Keuangan Pribadi,3,karnaval,1,kartu kredit,1,kartu Natal & liburan,1,Kartu Tarot,2,karya seni,2,karyawan,6,kasih sayang,7,kasus kriminal,17,Katolik,6,kaum muda,1,keadaan darurat,21,Keadilan Sosial,1,keamanan,16,keamanan dan manajemen kata sandi,1,Keamanan Informasi,6,Keamanan Internet,3,Keamanan Jalan,1,keamanan komputer,5,keamanan mobil,1,Keamanan Nasional,10,Keamanan Perjalanan Udara,1,Keamanan siber,2,keanekaragaman hayati,20,kebahagiaan,3,kebaikan,4,Keberlanjutan,38,Keberlanjutan energi,6,kebiasaan,15,kebiasaan makan,6,Kebijakan dan Hukum Pajak,2,Kebijakan Ekonomi,11,Kebijakan Ekonomi Makro,2,Kebijakan Luar Negeri,10,Kebijakan Moneter,1,Kebijakan Publik,41,kebugaran,2,kecanduan,1,kecantikan,7,kecemasan,8,kecerdasan buatan,11,kedermawanan,2,Kedokteran dan perawatan kesehatan,36,kedokteran gigi,1,Kegiatan rekreasi dan rekreasi,18,kehamilan,2,kehidupan pernikahan,2,keibuan,7,kejahatan,65,kejahatan dunia maya,3,Kejahatan Keuangan,1,kekayaan,20,kekuatan otot,2,kembang api,1,kemiskinan,1,kencan dan hubungan,11,Kendaraan di luar jalan,1,Kendaraan listrik baterai,4,Kendaraan rekreasi,1,kepahlawanan,1,kepemilikan rumah,1,kepemimpinan,3,keramahan lingkungan,2,kereta api,1,kerohanian,34,kerusakan air,1,kesehatan,212,Kesehatan,13,Kesehatan & Kebugaran,34,Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat,1,kesehatan dan olahraga,39,kesehatan lingkungan,3,kesehatan masyarakat,24,kesehatan mata,1,kesehatan mental,25,kesehatan otak,1,Kesehatan reproduksi wanita,1,kesehatan wanita,2,keseimbangan kehidupan kerja,5,kesejahteraan,5,kesejahteraan sosial,7,kesendirian,8,kesenjangan sosial,1,kesiapan bencana,5,keterampilan,4,Keterikatan emosional,1,Ketimpangan ekonomi,1,Keuangan Pribadi,13,kewiraswastaan,7,Kiat dan peretasan pencarian kerja,1,kidnapping,4,kidney disease,1,klimatologi,5,klub sepak bola,30,Kode berpakaian,1,Kolumbia,1,komedi,2,Komedian,2,komet,1,komoditas,1,komputer,2,Kondisi dan penyakit kronis,4,Kondisi dan penyakit medis,15,kondominium,1,konser,1,konservasi,4,Konservasi Alam,3,Konservasi Energi,3,konstruksi,8,konsumsi alkohol,1,konsumsi bahan bakar,1,konsumsi energi,3,Kontes dan kompetisi,6,kontrol hama,1,kontroversi,38,kopi,4,Korea,6,korea national news,1,korean,11,korupsi,1,Korupsi Politik,3,Kota dan Kota,22,kredit,5,Kredit Keuangan Pribadi,1,kriminologi,3,Krisis keuangan,2,kucing,4,kue,1,lamaran pekerjaan,1,lantai,1,Laporan Polisi,17,Laptop,10,Laptop gaming,4,latihan,5,latihan di rumah,1,Latihan Sehat,1,laundry detergent,1,laws and regulations,12,layanan berbasis lokasi,1,Layanan Darurat,5,lead poisoning,2,leadership,6,leggings,1,Lexus,1,Liburan,4,Liburan Nasional dan Perayaan Umum,2,life sciences,3,lifestyle,12,Liga Premier,2,lilin,1,lingkungan,32,Literasi,4,Literasi Keuangan,4,living abroad,2,loans,1,local news,22,logam,1,love,1,luxury goods and services,2,luxury hotels,2,mabuk,1,MacBook,2,machine learning,5,machinery,1,macroeconomics policy,2,makan,22,makan sehat,8,Makanan Asia,5,makanan dan minuman,103,Maladewa,1,manajemen darurat,8,manajemen uang,15,Manchester City F.C.,2,manfaat kesehatan,27,manufacturing,6,manufaktur,6,marathons,1,margasatwa,16,Mark Zuckerberg,1,marriage,2,martial arts,1,masa depan cryptocurrency,3,masa pakai baterai,1,masa pensiun,2,masakan,38,masalah sosial,81,maskot,1,masyarakat,83,Masyarakat,5,mata uang,1,matematika,5,maternity,8,mebel,2,media berita,126,media sosial,6,medical and healthcare costs,3,medical conditions and diseases,10,medicine and healthcare,127,meditasi,4,Meditasi Mindfulness,1,meghan markle,1,meja,1,mekanika kuantum,1,Mekanika Otomatis,2,memasak,18,membersihkan dan mengatur,2,memes,1,men's health,2,mengalir,1,mengendarai sepeda motor,18,menghemat uang,5,menghilangkan stres,5,menghindari,1,menginvestasikan berita bisnis,83,Mengorganisir dan mendeklarasikan,4,menopause,1,menstruation,1,mental health,8,menyatakan,3,merekrut,1,mesin,2,mesin cuci,3,mesin mobil,2,metabolisme,1,metal,2,metals,2,meteorologi,8,meteorology,3,microbiology,1,microorganisms,8,migran,1,migrants,2,military,11,military technology,1,military weapons,1,militer,14,milk,1,mindfulness meditation,1,mining,4,mining industry,2,minuman,3,minyak,6,minyak bumi,8,minyak mentah,1,Misteri dan Investigasi,3,Misteri yang belum terpecahkan,1,mobil,66,mobil hibrida,1,mobil listrik,9,mobil mewah,1,mobile applications,1,mobile technology,2,mode wanita,4,model mobil,15,models,1,monetary policy,1,money,29,money laundering,1,morocco,2,mothers,1,motor bikes,1,motor listrik,5,motorcycle riding,2,motorsports,4,Motorsports,7,movies,6,multibahasa,1,muscle strength,1,music,12,music and lyrics,3,music festivals,1,music industry,2,musicians,3,musik,10,Musik dan lirik,7,musik pop,1,musim gugur,1,musim liburan,7,musisi,2,Nama bayi,1,narkoba,4,nasa,2,Nasihat dan Strategi Bisnis Kecil,1,Nasihat Karir,5,Nasihat Kesehatan,28,Nasihat Laptop,5,Nasihat Perjalanan,1,natal,4,national health service,4,national security,1,natural disasters,5,nature conservation,1,neurodegenerative diseases,1,new year's resolutions,2,news,212,news media,32,nigeria,12,non alcoholic drinks,2,nostalgia,2,nuclear energy,1,nuclear engineering,1,nuclear power plants,1,nuclear reactors,1,nurses,1,nursing,2,nutrisi,32,nutrition,16,nutritionists,2,nyeri punggung bawah,1,obat darurat,1,obesity,3,off roading,1,oil,5,oil and gas industry,3,oil refineries,2,olahraga,101,Olahraga Wanita,1,OLED,1,oncology,1,online scams,2,online shopping,1,opera,1,operasi,1,ophthalmology,1,orang hilang,2,Orang Samaria yang Baik dan Orang Samaria yang Baik,1,Organisasi Rumah,2,Otentikasi Digital,1,otomatisasi,3,otot,3,outages,1,pahlawan super,1,pajak,3,pakaian dan pakaian,9,pakistan,1,paleontology,1,panas,1,parenting,1,parfum,7,partai politik,2,pasangan,8,Pasar Keuangan,36,payment processing,1,pecinta kuliner,32,pediatrics,2,pegolf,1,pejalan kaki,1,pekerja,19,pekerjaan,17,pekerjaan dan karier,57,pekerjaan dan karir di bidang keperawatan,1,pelatihan,1,pelayanan publik,4,Pelestarian Bersejarah,2,peluang kerja,6,Pemadaman listrik,1,pemain golf,1,Pemain sepak bola,17,Pemanasan global,6,pembakaran,1,Pembangunan Pedesaan,1,Pemberdayaan perempuan,2,pemberian hadiah,4,Pembersih Udara,1,Pemeliharaan dan Perbaikan Mobil,2,Pemeliharaan rumah,4,pemerintah,300,Pemerintah Federal,1,Pemerintah lokal dan kota,5,pemilihan umum,1,pemilik anjing,1,pemilik hewan peliharaan,3,pemimpin wanita,1,Pemrosesan Kartu Kredit,1,pemrosesan pembayaran,1,pemulihan kesedihan,1,penanggulangan Bencana,35,penangkapan ikan,2,Pencarian dan Penyelamatan,2,pencegahan penipuan,2,pencemaran lingkungan,1,pencucian,1,pendanaan,3,Pendanaan bisnis,1,pendidik,1,pendidikan,100,Pendidikan Keuangan Pribadi,2,Pendidikan Publik,23,pendidikan tinggi,9,pendinginan,2,penebusan mati merah,1,Penempatan militer,1,penemuan,1,penerbangan,6,penetapan tujuan,3,penetapan tujuan pribadi,3,pengajaran,21,pengasuhan,2,pengasuhan anak,7,pengecer,3,pengelolaan sampah,2,pengeluaran,1,pengeluaran hemat keuangan pribadi,11,pengemudi,1,Penggemar mobil,3,penggerak,23,penghasilan,2,pengiriman makanan,3,pengucapan,1,Pengumpulan Limbah,1,penipuan dan penipuan,3,penipuan kartu kredit,1,penipuan online,1,pension funds,1,pensions,2,pensiun,2,Pensiun Keuangan Pribadi,1,pentas seni,2,penuaan,14,penuntutan pidana,1,penyakit,26,penyakit ginjal,1,penyakit mental,3,Penyakit Menular,3,penyeberangan pejalan kaki,1,Penyiaran Olahraga,1,Penyimpanan Makanan,1,Pep Guardiola,1,peradilan,1,peradilan pidana,17,Peralatan Dapur,2,peralatan Rumah Tangga,3,peramalan,3,Perancang busana,2,Perancis,3,perang,3,Perang Modern,1,perangkat elektronik,3,perangkat keras,20,perangkat keras komputer,6,Perangkat Lunak & Aplikasi,2,perangkat lunak dan aplikasi,5,perangkat pintar,25,perangkat tablet,6,peraturan,13,peraturan Pemerintah,46,perawat,1,perawatan,1,perawatan diri,4,Perawatan gigi,2,Perawatan hewan peliharaan,1,perawatan kesehatan dan kedokteran,49,Perawatan kulit,15,perawatan kulit kepala,2,perawatan lansia,1,perawatan medis,1,Perawatan Rambut,7,perayaan,15,perbaikan diri,6,Perbaikan Otomatis,2,perbaikan rumah,2,perbankan,11,perbintangan,217,perceraian,1,perdagangan,118,perdagangan internasional,3,perdebatan,2,perencanaan,8,perencanaan keuangan,4,perencanaan pensiun,1,perencanaan perjalanan dan tips,7,perencanaan perkotaan dan regional,4,perencanaan pernikahan,1,performing arts,7,perguruan tinggi dan universitas,4,perilaku hewan,3,perjalanan internasional,1,Perjalanan Petualangan,4,Perjalanan Udara,1,perjanjian yang tidak bersaing,1,permen,1,pernikahan,10,Pernikahan,3,persahabatan,1,persalinan,2,persiapan makanan,6,personal data and privacy,1,personal finance,1,personal finance credit,1,personal finance retirement,1,personal goal setting,1,personal goals,1,pertahanan rumah,1,pertambangan,2,pertanian,14,pertumbuhan,2,pertumbuhan rambut,1,Perubahan Iklim,11,perubahan kebiasaan,6,perusahaan motor suzuki,1,perusahaan obat dan farmasi,1,perusahaan teknologi,6,pet owners,1,peta,1,petroleum,6,pewarna rambut,1,pharmacology,2,philanthropy,2,pinjaman,2,plastic recycling,1,plastic surgery,3,podcasts,1,pohon,3,pohon liburan,2,pohon Natal,4,police and law enforcement,6,police reports,4,Polisi dan Penegakan Hukum,5,political corruption,1,political debates,2,political parties,1,politics,153,politics and government,77,politics and law,30,politics of japan,2,politics of saudi arabia,1,politics of south korea,3,politik,365,politik California,1,Politik dan Hukum,91,politik dan pemerintahan,164,ponsel,28,Ponsel Android,1,Ponsel Samsung Galaxy,9,ponzi schemes,1,popular culture,6,portofolio investasi,1,poverty,3,power outages,4,power plants,1,precious metals,1,pregnancy,1,Privasi Informasi,1,product recalls,1,product reviews,1,productivity,1,Produk dan Layanan Apple,3,produk kecantikan dan kosmetik,4,produk rambut,2,produktivitas,7,promosi,9,prostate cancer,2,prostate health,2,protein intake,1,protests,1,Psikolog,4,psikologi,67,Psikologi depresi,9,Psikologi Kehidupan Sehari -hari,91,psychology,3,psychology of depression,1,psychology of everyday life,3,public education,5,public health,41,public health and safety,15,public policy,21,public transportation,2,pulau,1,Qualcomm Snapdragon,1,rabies,1,race and ethnicity,1,racing,4,racing drivers,1,radiasi,1,railway systems,1,ratu,1,real estat,4,real estate,1,recycling,1,red cross,1,reformasi pendidikan,2,refrigeration,1,refugees,1,registered nurses,1,regulation,8,rekayasa,15,rekening bank,1,rekomendasi hadiah,2,Rekomendasi Laptop,8,Rekomendasi Perjalanan,4,Rekomendasi Restoran,6,Rekomendasi Tablet,1,reksa dana,1,relationships,3,religion,3,rempah -rempah,1,renewable energy,2,renovasi rumah,6,republicans,1,resep,11,resep vanilla,1,resolusi tahun baru,9,respiratory illnesses and diseases,3,restaurants,2,Restoran,8,retail,4,retailers,2,retirement,1,retirement planning,1,rias,4,riset ilmiah,3,Risiko Kesehatan,12,road safety,1,robotika,2,romantic relationships,3,ruang parkir,1,rules and regulations,3,rumah dan properti,10,rumah sakit,1,rumah-rumah kecil,1,rumor,10,rumors,2,running and fitness,4,rural development,3,rural living,2,Rusia,2,russia ukraine conflict,1,russian,1,safety,15,Sagittarius,2,sains,41,sampo,2,Samsung,1,Saran & Tip Hewan Peliharaan,3,Saran Hubungan,1,Saran investasi cryptocurrency,1,satellites,2,saudi arabia,1,saving money,1,savings accounts,1,scams and frauds,5,scandals,3,school teachers,2,schools,12,science,11,scientific research,4,Scorpio,3,scotland,1,sea creatures,1,securities,1,security,8,Seismologi,1,seismology,3,sejarah,47,Sejarah Militer dan Perang,1,sekolah,6,sekolah negeri,1,sektor energi,37,sektor pertanian,5,Sekuel film,1,sekuritas,3,Selebriti,16,Selebriti dan musik,3,self care,3,semiconductor companies,2,semiconductors,2,seni,20,Seni Kuliner,6,Seni Visual,1,senior citizens,2,senjata,1,senjata dan perang,3,senjata militer,1,sepak bola,55,Sepak bola Eropa,2,sepatu,1,sepeda motor,51,Sepeda motor Ducati,2,serangan jantung,1,serangga,2,serial televisi,7,serigala,1,shortages,1,Singapura,1,Sistem gastrointestinal,1,Sistem Keamanan,1,Sistem Kereta Api,6,Sistem Pendidikan,27,sistem peredaran darah,1,skandal,18,skema warna,1,skills,2,skin care,3,skyscrapers,1,sleep advice,1,small and medium enterprises,2,small businesses,1,Smartphone,65,smoking,1,smoking laws,2,snacks,2,soccer,8,social issues,13,social media,4,social welfare,2,society,11,software and applications,1,soil,1,solar,1,soldiers,3,solusi,3,sopan santun dan etiket,1,soundtrack,1,sovereignty,1,spacecraft,1,spirituality,1,sports,21,Starlink,1,starlink dan internet satelit,3,startup,1,startup dan kewirausahaan,3,startup fintech,1,startups,2,startups and entrepreneurship,2,stocks,4,stok,17,strategi dan saran investasi,5,Streaming Film & TV,1,stress relief,1,strokes,1,style,1,submarines,1,suhu,2,Sumbangan,2,sup ayam,1,surat,1,surgery,1,sustainability,12,SUV,6,taman,1,Taman Nasional,1,tanaman,2,tanaman acer,1,tantangan,3,tata rias dan aksesoris,1,tax policy and law,1,taxes,3,teachers,3,teaching,4,teater,1,technology,66,technology companies,7,technology industry,11,technology trends,9,tekanan darah,1,teknologi,221,Teknologi Investasi,3,Teknologi Militer,1,Teknologi Nirkabel,5,Teknologi Seluler,74,Teknologi yang Dapat Dipakai,1,telecommunications,1,Telekomunikasi,10,televisi,7,television news,1,tempat teater,1,tempat wisata,27,Tempat yang indah,2,tenaga kerja,4,ternak,1,thailand,1,therapies,2,thinkpad,1,Tiktok,4,tipe kepribadian,25,tipping,1,Tips Kecantikan,16,tips kehidupan sehari -hari dan peretasan,16,Tips Kesehatan,40,tobacco,4,tobacco industry,3,tourist attractions,2,tourists,1,tournaments,1,tradisi,5,traditions,2,traffic laws,1,tragedi,24,
ltr
item
Articlepedia Today: Neraka di Jawa: Kisah Perempuan Inggris yang Ditahan Jepang
Neraka di Jawa: Kisah Perempuan Inggris yang Ditahan Jepang
https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1SWzR8.jpg
Articlepedia Today
https://www.articlepedia.eu.org/2026/01/neraka-di-jawa-kisah-perempuan-inggris.html
https://www.articlepedia.eu.org/
https://www.articlepedia.eu.org/
https://www.articlepedia.eu.org/2026/01/neraka-di-jawa-kisah-perempuan-inggris.html
true
1346574287691077067
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content